Selasa, 16 Agustus 2011

BOB MARLEY
BBBB

Robert Nesta “Bob” Marley (lahir di Nine Mile, Saint Ann, Jamaika, 6 Februari 1945 – meninggal di Miami, Florida, Amerika Serikat, 11 Mei 1981 pada umur 36 tahun) adalah seorang penyanyi, pencipta lagu, dan musisi reggae berkebangsaan Jamaika. Bob Marley sampai saat ini dikenal di seluruh dunia sebagai musisi reggae yang paling tersohor dalam dunia musik reggae. Dia diakui perannya dalam mempopulerkan dan menyebarkan musik Jamaika dan Gerakan Rastafari ke seluruh dunia.
KARIR MUSIK
Bob Marley adalah gitaris, vokalis, dan pencipta lagu dalam grup musik The Wailers (1964–1974) dan Bob Marley & The Wailers (1974–1981) yang beraliran ska, rocksteady dan reggae.
di dunia musik reggae pada tahun 1962. Album pertamanya ialah “The Wailing Wailers” dirilis tahun 1965 bersama The Wailers. Pada 1974 lagu “No Woman No Cry” menjadi populer di Jamaika dan negara-negara Amerika Serikat. Namun pada tahun 1977 ia mengidap penyakit kanker. Pada tahun 1980, Marley pingsan saat jogging di New York. Namun pada 1981 Marley meninggal dunia setelah mengalami kanker yang dideritanya selama empat tahun terakhir. Ia meninggalkan seorang istri dan 13 orang anaK.
sumber:wikipedia.org


Bob Marley
Bob-Marley-in-Concert Zurich 05-30-80.jpg
Bob Marley tampil di Zurich, Swiss, 30 Mei 1980
Latar belakang
Nama lahir Robert Nesta Marley
Lahir 6 Februari 1945
Nine Mile, Saint Ann, Jamaika
Meninggal 11 Mei 1981 (umur 36)
Miami, Florida, Amerika Serikat
Jenis Musik Reggae, ska, rocksteady
Pekerjaan penyanyi, pencipta lagu, musisi
Instrumen vokal, gitar, perkusi
Tahun aktif 1962 – 1981
Perusahaan rekaman Studio One, Beverley’s, Upsetter/Trojan, Island/Tuff Gong
Hubungan
Mempengaruhi Tony Q Rastafara (Indonesia)
Pasangan Rita Marley
Situs resmi www.bobmarley.com

Senin, 18 Juli 2011

locking



Thanks for downloading this blogger template.To make this template fully display and function, you are invited to follow the steps below:1. Download your Blogger XML template from FinalSense.com The template is contained in a zip file (winzip, winrar), ensure you have extracted the XML template.2. Log in to your Blogger dashboard and go to Layout > Edit HTML3. Ensure you back up your old template in case you decide to use it again. To do this, click on the "download full template" link and save the file to your hard drive.4. Look for the section near the top where you can browse for your template's XML file:5. Enter the location of your template and press "upload".6. The HTML of your new template will now appear in the box below. You can preview your template or simply save to start using it!7. If you get an error like it: (Warning: Your new template does not include the following widgets) then select this button: keep widgets8. Enjoy your new blog design.For more Blogger templates, please visit http://www.finalsense.com/category/templates/blogger-templates/Note: If you'd like to display blogger's navbar on top of your blog, please find and remove this line: #navbar-iframe {height:0px; visibility:hidden; display:none}--License: This free Blogger template is licensed under the Creative Commons Attribution 3.0 License, which permits both personal and commercial use. However, to satisfy the 'attribution' clause of the license, you are required to keep the footer links intact which provides due credit to its authors. For more specific details about the license, you may visit the URL below:http://creativecommons.org/licenses/by/3.0/

locking



Thanks for downloading this blogger template.To make this template fully display and function, you are invited to follow the steps below:1. Download your Blogger XML template from FinalSense.com The template is contained in a zip file (winzip, winrar), ensure you have extracted the XML template.2. Log in to your Blogger dashboard and go to Layout > Edit HTML3. Ensure you back up your old template in case you decide to use it again. To do this, click on the "download full template" link and save the file to your hard drive.4. Look for the section near the top where you can browse for your template's XML file:5. Enter the location of your template and press "upload".6. The HTML of your new template will now appear in the box below. You can preview your template or simply save to start using it!7. If you get an error like it: (Warning: Your new template does not include the following widgets) then select this button: keep widgets8. Enjoy your new blog design.For more Blogger templates, please visit http://www.finalsense.com/category/templates/blogger-templates/Note: If you'd like to display blogger's navbar on top of your blog, please find and remove this line: #navbar-iframe {height:0px; visibility:hidden; display:none}--License: This free Blogger template is licensed under the Creative Commons Attribution 3.0 License, which permits both personal and commercial use. However, to satisfy the 'attribution' clause of the license, you are required to keep the footer links intact which provides due credit to its authors. For more specific details about the license, you may visit the URL below:http://creativecommons.org/licenses/by/3.0/

Jumat, 10 Juni 2011

Bob Marley and The Wailers Dengan Cepat Melambungkan Reggae

Tahun 1968 banyak disebut sebagai tahun kelahiran musik reggae. Sebenarnya tidak ada kejadian khusus yang menjadi penanda awal muasalnya, kecuali peralihan selera musik masyarakat Jamaika dari Ska dan Rocsteady, yang sempat populer di kalangan muda pada paruh awal hingga akhir tahun 1960-an, pada irama musik baru yang bertempo lebih lambat : reggae. Boleh jadi hingar bingar dan tempo cepat Ska dan Rocksteady kurang mengena dengan kondisi sosial dan ekonomi di Jamaika yang sedang penuh tekanan.
Kata “reggae” diduga berasal dari pengucapan dalam logat Afrika dari kata “ragged” (gerak kagok–seperti hentak badan pada orang yang menari dengan iringan musik ska atau reggae). Irama musik reggae sendiri dipengaruhi elemen musik R&B yang lahir di New Orleans, Soul, Rock, ritmik Afro-Caribean (Calypso, Merengue, Rhumba) dan musik rakyat Jamaika yang disebut Mento, yang kaya dengan irama Afrika. Irama musik yang banyak dianggap menjadi pendahulu reggae adalah Ska dan Rocksteady, bentuk interpretasi musikal R&B yang berkembang di Jamaika yang sarat dengan pengaruh musik Afro-Amerika. Secara teknis dan musikal banyak eksplorasi yang dilakukan musisi Ska, diantaranya cara mengocok gitar secara terbalik (up-strokes) , memberi tekanan nada pada nada lemah (syncopated) dan ketukan drum multi-ritmik yang kompleks.
Teknik para musisi Ska dan Rocsteady dalam memainkan alat musik, banyak ditirukan oleh musisi reggae. Namun tempo musiknya jauh lebih lambat dengan dentum bas dan rhythm guitar lebih menonjol. Karakter vokal biasanya berat dengan pola lagu seperti pepujian (chant), yang dipengaruhi pula irama tetabuhan, cara menyanyi dan mistik dari Rastafari. Tempo musik yang lebih lambat, pada saatnya mendukung penyampaian pesan melalui lirik lagu yang terkait dengan tradisi religi Rastafari dan permasalahan sosial politik humanistik dan universal.
Album “Catch A Fire” (1972) yang diluncurkan Bob Marley and The Wailers dengan cepat melambungkan reggae hingga ke luar Jamaika. Kepopuleran reggae di Amerika Serikat ditunjang pula oleh film The Harder They Come (1973) dan dimainkannya irama reggae oleh para pemusik kulit putih seperti Eric Clapton, Paul Simon, Lee ‘Scratch’ Perry dan UB40. Irama reggae pun kemudian mempengaruhi aliran-aliran musik pada dekade setelahnya, sebut saja varian reggae hip hop, reggae rock, blues, dan sebagainya.

Jamaika

Pangkal Awal musikal reggae terkait erat dengan tanah yang melahirkannya: Jamaika. Saat ditemukan oleh Columbus pada abad ke-15, Jamaika adalah sebuah pulau yang dihuni oleh suku Indian Arawak. Nama Jamaika sendiri berasal dari kosa kata Arawak “xaymaca” yang berarti “pulau hutan dan air”. Kolonialisme Spanyol dan Inggris pada abad ke-16 memunahkan suku Arawak, yang kemudian digantikan oleh ribuan budak belian berkulit hitam dari daratan Afrika. Budak-budak tersebut dipekerjakan pada industri gula dan perkebunan yang bertebaran di sana. Sejarah kelam penindasan antar manusia pun dimulai dan berlangsung hingga lebih dari dua abad. Baru pada tahun 1838 praktek perbudakan dihapus, yang diikuti pula dengan melesunya perdagangan gula dunia.
Di tengah kerja berat dan ancaman penindasan, kaum budak Afrika memelihara keterikatan pada tanah kelahiran mereka dengan mempertahankan tradisi. Mereka mengisahkan kehidupan di Afrika dengan nyanyian (chant) dan bebunyian (drumming) sederhana. Interaksi dengan kaum majikan yang berasal dari Eropa pun membekaskan produk silang budaya yang akhirnya menjadi tradisi folk asli Jamaika. Bila komunitas kulit hitam di Amerika atau Eropa dengan cepat luntur identitas Afrika mereka, sebaliknya komunitas kulit hitam Jamaika masih merasakan kedekatan dengan tanah leluhur.
Musik reggae sendiri pada awalnya lahir dari jalanan Getho (perkampungan kaum rastafaria) di Kingson ibu kota Jamaika. Inilah yang menyebabkan gaya rambut gimbal menghiasi para musisi reggae awal dan lirik-lirik lagu reggae sarat dengan muatan ajaran rastafari yakni kebebasan, perdamaian, dan keindahan alam, serta gaya hidup bohemian. Masuknya reggae sebagai salah satu unsur musik dunia yang juga mempengaruhi banyak musisi dunia lainnya, otomatis mengakibatkan aliran musik satu ini menjadi barang konsumsi publik dunia. Maka, gaya rambut gimbal atau dreadlock serta lirik-lirik ‘rasta’ dalam lagunya pun menjadi konsumsi publik. Dalam kata lain, dreadlock dan ajaran rasta telah menjadi produksi pop, menjadi budaya pop, seiring berkembangnya musik reggae sebagai sebuah musik pop.
Musik reggae, sebutan rastaman, telah menjadi satu bentuk subkultur baru di negeri ini, di mana dengannya anak muda menentukan dan menggolongkan dirinya. Di sini, musik reggae menjadi penting sebagai sebuah selera, dan rastaman menjadi sebuah identitas komunal kelompok social tertentu. Tinggal bagaimana para pengamat social dan juga para anggota komunitas itu memahami diri dan kultur yang dipilihnya, agar tidak terjadi penafsiran keliru yang berbahaya bagi mereka. Penggunaan ganja adalah salah satu contohnya, di mana reggae tidak identik dengan ganja serta rastafarianisme pun bukanlah sebuah komunitas para penghisap ganja.
Sebuah lagu dari “Peter Tosh” (nama aslinya Peter McIntosh), pentolan The Wairles yang akhirnya bersolo karier. Dalam lagu ini, Peter Tosh menyatakan dukungannya dan tuntutannya untuk melegalkan ganja. Karena lagu ini, ia sempat ditangkap dan disiksa polisi Jamaika.
Menurut sejarah Jamaica, budak yang membawa drum dari Africa disebut “Burru” yang jadi bagian aransemen lagu yang disebut “talking drums” (drum yang bicara) yang asli dari Africa Barat. “Jonkanoo” adalah musik budaya campuran Afrika, Eropa dan Jamaika yang terdiri dari permainan drum, rattle (alat musik berderik) dan conch tiup. Acara ini muncul saat natal dilengkapi penari topeng. Jonkanoos pada awalnya adalah tarian para petani, yang belakangan baru disadari bahwa sebenarnya mereka berkomunikasi dengan drum dan conch itu. Tahun berikutnya, Calypso dari Trinidad & Tobago datang membawa Samba yang berasal dari Amerika Tengah dan diperkenalkan ke orang – orang Jamaika untuk membentuk sebuah campuran baru yang disebut Mento. Mento sendiri adalah musik sederhana dengan lirik lucu diiringi gitar, banjo, tambourine, shaker, scraper dan rumba atau kotak bass. Bentuk ini kemudian populer pada tahun 20 dan 30an dan merupakan bentuk musik Jamaika pertama yang menarik perhatian seluruh pulaunya. Saat ini Mento masih bisa dinikmati sajian turisme. SKA yang sudah muncul pada tahun 40 – 50an sebenarnya disebutkan oleh History of Jamaican Music, dipengaruhi oleh Swing, Rythym & Blues dari Amrik. SKA sebenarnya adalah suara big band dengan aransemen horn (alat tiup), piano, dan ketukan cepat “bop”. Ska kemudian dengan mudah beralih dan menghasilkan bentuk tarian “skankin” pad awal 60an. Bintang Jamaica awal antara lain Byron Lee and the Dragonaires yang dibentuk pada 1956 yang kemudian dianggap sebagai pencipta “ska”. Perkembangan Ska yang kemudian melambatkan temponya pada pertengahan 60an memunculkan “Rock Steady” yang punta tune bass berat dan dipopulerkan oleh Leroy Sibbles dari group Heptones dan menjadi musik dance Jamaika pertama di 60an.

“Reggae & Rasta”

Bob Marley tentunya adalah bimtang musik “dunia ketiga” pertama yang jadi penyanyi group Bob Marley & The Wailers dan berhasil memperkenalkan reggae lebih universal. Meskipun demikian, reggae dianggap banyak orang sebagai peninggalan King of Reggae Music, Hon. Robert Nesta Marley. Ditambah lagi dengan hadirnya “The Harder they Come” pada tahun 1973, Reggae tambah dikenal banyak orang. Meninggalnya Bob Marley kemudian memang membawa kesedihan besar buat dunia, namun penerusnya seperti Freddie McGregor, Dennis Brown, Garnett Silk, Marcia Fiffths dan Rita Marley serta beberapa kerabat keluarga Marley bermunculan. Rasta adalah jelas pembentuk musik Reggae yang dijadikan senjata oleh Bob Marley untuk menyebarkan Rasta keseluruh dunia. Musik yang luar biasa ini tumbuh dari ska yang menjadi elemen style American R&B dan Carribean. Beberapa pendapat menyatakan juga ada pengaruh : folk music, musik gereja Pocomania, Band jonkanoo, upacara – upacara petani, lagu kerja tanam, dan bentuk mento. Nyahbingi adalah bentuk musik paling alami yang sering dimainkan pada saat pertemuan – pertemuan Rasta, menggunakan 3 drum tangan (bass, funde dan repeater : contoh ada di Mystic Revelation of Rastafari). Akar reggae sendiri selalu menyelami tema penderitaan buruh paksa (ghetto dweller), budak di Babylon, Haile Selassie (semacam manusia dewa) dan harapan kembalinya Afrika. Setelah Jamaica merdeka 1962, buruknya perkembangan pemerintahan dan pergerakan Black Power di US kemudian mendorong bangkitnya Rasta. Berbagai kejadian monumentalpun terjadi seiring perkembangan ini.

“Apa sih Reggae”

Reggae sendiri adalah kombinasi dari iringan tradisional Afrika, Amerika dan Blues serta folk (lagu rakyat) Jamaika. Gaya sintesis ini jelas menunjukkan keaslian Jamaika dan memasukkan ketukan putus – putus tersendiri, strumming gitar ke arah atas, pola vokal yang ‘berkotbah’ dan lirik yang masih seputar tradisi religius Rastafari. Meski banyak keuntungan komersial yang sudah didapat dari reggae, Babylon (Jamaika), pemerintah yang ketat seringkali dianggap membatasi gerak namun bukan aspek politis Rastafarinya. “Reg-ay” bisa dibilang muncul dari anggapan bahwa reggae adalah style musik Jamaika yang berdasar musik soul Amerika namun dengan ritem yang ‘dibalik’ dan jalinan bass yang menonjol. Tema yang diangkat emang sering sekitar Rastafari, protes politik, dan rudie (pahlawan hooligan). Bentuk yang ada sebelumnya (ska & rocksteady) kelihatan lebih kuat pengaruh musik Afrika – Amerika-nya walaupun permainan gitarnya juga mengisi ‘lubang – lubang’ iringan yang kosong serta drum yang kompleks. Di Reggae kontemporer, permainan drum diambil dari ritual Rastafarian yang cenderung mistis dan sakral, karena itu temponya akan lebih kalem dan bertitik berat pada masalah sosial, politik serta pesan manusiawi.

“Tidak asli Jamaika”

Reggae memang adalah musik unik bagi Jamaika, ironisnya akarnya berasal dari New Orleans R&B. Nenek moyang terdekatnya, ska berasal berasal dari New Orleans R&B yang didengar para musisi Jamaika dari siaran radio Amrik lewat radio transistor mereka. Dengan berpedoman pada iringan gitar pas – pasan dan putus – putusadalah interprestasi mereka akan R&B dan mampu jadi populer di tahun 60an. Selanjutnya semasa musim panas yang terik, merekapun kepanasan kalo musti mainin ska plus tarinya, hasilnya lagunya diperlambat dan lahirlah Reggae. Sejak itu, Reggae terbukti bisa jadi sekuat Blues dan memiliki kekuatan interprestasi yang juga bisa meminjam dari Rocksteady (dulu) dan bahkan musik Rock (sekarang). Musik Afrika pada dasarnya ada di kehidupan sehari-hari, baik itu di jalan, bus, tempat umum, tempat kerja ato rumah yang jadi semacam semangat saat kondisi sulit dan mampu memberikan kekuatan dan pesan tersendiri. Hasilnya, Reggae musik bukan cuma memberikan relaksasi, tapi juga membawa pesan cinta, damai, kesatuan dan keseimbangan serta mampu mengendurkan ketegangan.

“It’s Influences”

Saat rekaman Jamaika telah tersebar ke seluruh dunia, sulit rasanya menyebutkan berapa banyak genre musik popular sebesar Reggae selama dua dekade. Hits – hits Reggae bahkan kemudian telah dikuasai oleh bintang Rock asli mulai Eric Clapton sampai Stones hingga Clash dan Fugees. Disamping itu, Reggae juga dianggap banyak mempengaruhi pesona tari dunia tersendiri. Budaya ‘Dancehall’ Jamaika yang menonjol plus sound system megawatt, rekaman yang eksklusif, iringan drum dan bass, dan lantunan rap dengan iringannya telah menjadi budaya tari dan tampilan yang luar biasa.Inovasi Reggae lainnya adalah Dub remix yang sudah diasimilasi menjadi musik populer lainnya lebih luas lagi.
sumber : wikipedia.org

Selasa, 03 Mei 2011

Kharisma "No Women No Cry"



“a litle darlin, don’t sad no tears..no..woman no cry...”. Kata tadi adalah petikan lirik lagu yang diciptakan oleh Robert Nesta Marley atau yang akrab di telinga kita Bob Marley, NO WOMAN NO CRY. Lagu ini sungguh melegenda. Setiap orang apabila ditanya tentang sosok “ayah ganja” ini, tentulah serentak akan mengatakan no woman no cry. Ada apa dengan no woman no cry? Apakah setiap konser, bob marley selalu menyayikan lagu ini?

Menurut saya, salah apabila orang mengartikan "pure love" 2 orang manusia dalam lagu ini. Dalam lagu tersebut mengisahkan tentang kepergian Bob Marley meninggalkan kekasihnya tercinta serta tanah kelahirannya, St. Ann Jamaika. Dia pergi untuk berjuang demi perempuan agar tidak ada suara tangis dari perempuan dari ketidakadilan dan pelecehan. Bob tidak ingin semua wanita menangis. Dia terinspirasi dari kehidupan ibunya, Cadella, yang sejak muda menangis sengsara untuk memenuhi kehidupannya tanpa adanya seorang suami. Bob sendiri sangat mencintai sosok ibunya. Dan dari sinilah awal lagu itu tercipta. Jadi mungkin inti dari lagu ini adalah kasih sayang yang ia tujukan kepada semua wanita sebagai sumber inspirasi dan juga kasih sayang kepada tanah air ibu pertiwinya.
Postingan ini saya muat untuk memperingati 28 tahun sudah sumber inspirasi saya, Bob Marley, menutup mata dan meninggalkan kita selamanya yang jatuh pada tanggal 11 Mei. Aku akan selalu mengenangmu dengan semngat perjuangan yang engkau selipkan dalam lagumu. Rhyme In Peace Father. I loved you so much.



Just for me,,,,,,!!!

Selasa, 01 Maret 2011

One love

"One Love/People Get Ready" is a reggae/rhythm and blues song by Bob Marley & The Wailers from their 1977 album Exodus. It was first recorded in a ska style by Marley's original group, The Wailers, on their 1965 debut album The Wailing Wailers, and a heavily reworked version was included on African Herbsman under the name "All in One". A classic Bob Marley & The Wailers song, it has been included on many of their compilation albums. The song contains an interpolation of The Impressions' song "People Get Ready" written by Curtis Mayfield. Marley's hybrid version is titled, "One Love/People Get Ready,"[1] and it gives co-authorship credits to both Marley and Mayfield. This song was inspired by Marley's friend Roman Selvaggio, a North Caribbean painter.

[edit] Music video

A posthumous music video was created for the song in 1984 to accompany the Bob Marley & The Wailers compilation album, Legend. It combines footage of a young British boy, Jesse Lawrence, in London and archival footage of Marley. It also features several cameo appearances including former The Beatles bass player Paul McCartney, two members of Bananarama, the members of the reggae group, Musical Youth, and Suggs and Chas Smash of Madness; some of the short clips in this video are also in Madness' video for their song The Return of the Los Palmas 7. The song was also released alongside the video and gave Marley a posthumous UK hit single when it

[edit] In popular culture

  • The song appears on the film Marley & Me. When the song is heard on the radio, it inspires the character to name the dog Marley.
  • The chorus was also sampled in the promotional song for Birthright Israel, Home by Shi 360.
  • "One Love" was chosen as the best music of Jamaica over the last 50 years.

Minggu, 27 Februari 2011

Berawal dari kesenenganku dengerin music reggae. Aq gk tw awalnya knp aq bs suka dngn music ini..! Aq kenal music ini dr tmenku..awalnya tmenku cma crita2 ttg music ini tp aq blm tertarik sma skali! Aq msh inget wktu prtma kali aq dngerin lagunya Sublime yg jdulnya Santeria dan mulai dr situlah aq mulai suka music ini...! Dan aq pngen lbh tw lagi apa sich sbnrnya music ini..??
Knp Reggae sngat identik dngn Ganja dan Bob Marley..??

Berawal dr situ aq mulai mencari siapa sbnrnya sosok Bob Marley ini. Aq punya 3 buah buku yg kesemuanya ttg kisah hidup seorang Bob Marley.. Aq tw Bob marley adalh seorang anak keturunan seorang Budak. Ibunya adalah seorang budak di Jamaica bernama Cedella dan ayahnya seorang tentara Inggris bernama Norval Sinclair Marley..! Music Reggae bukanlah ciptaan Bob Marley tp dialah yg mengenalkan music Reggae kepada Dunia dan....kepada Aq tentunya! Dan..knp Ganja jg identik dngan Reggae? Stelah aq tw ternyata Ganja adalah tanaman yg dianggap suci oleh kaum Rastafarian yaitu sebuah aliran kepercayaan yg dianut oleh seorang Robet Nezta Marley (Bob marley)..! Ganja adalah bagian dr ritual acara keagamaan.. dan setiap manggung ganja selalu menjadi bagian dr drinya!

Tp...ada pertanyaan besar bagiku, walaupun kita sebagai penggemar reggae apakah kita jg harus mengkonsumsi ganja seperti Bob Marley..?? Jawab sendiri Bro..!!


Aq inget kta Om Tony Q :"Reggae gk harus gimbal, gimbal gk slalu reggae. Reggae gk harus berganja, berganja gk jg reggae"...

Gmn mnrtmu ?

i love reggae